DOWNLOAD MATERI

Kamis, 28 Januari 2016

Belajar SNG

     Satellite News Gathering (SNG)

        Apa sih peralatan yang biasa dipakai stasiun TV untuk meliput siaran langsung di luar daerah atau di luar lingkup stasiun TV? Mungkin ada yang bertanya-tanya demikian, apa hanya bermodal kamera+mic saja? Terus bagaimana caranya mengirimkan hasil liputan ke stasiun TV untuk ditransmisikan kepada para pelanggan layanan televisi? Apakah direkam? oh, tentu saja tidak. Jawabannya dengan menggunakan suatu peralatan yang bernama Satellite News Gathering atau biasa disebut SNG.
Siaran langsung yang dimaksud contohnya, salah satu stasiun TV ingin meliput acara rapat penentuan Hilal untuk menentukan kapan puasa hari pertama dimulai, tentu saja ini harus disiarkan secara langsung, karena bila penentuan Hilal memutuskan bahwa puasa hari pertama diadakan esok hari, maka malam harinya kita dapat melaksanakan ibadah salat tarawih pertama di bulan ramadhan. Maka dari itu penggunaan SNG sangat dibutuhkan.
Ini hanya salah satu contoh penggunaan SNG untuk siaran langsung, siaran langsung tidak hanya terbatas pada contoh diatas, bisa saja untuk meliput konser band, pertandingan sepak bola, dan kegiatan lainnya secara Live.
Pendahuluannya sedikit panjang ya :P. Hanya memberikan gambaran awal dari kegunaan SNG. Sebenarnya ini merupakan topik yang saya ambil waktu menjalani kegiatan Kerja Praktek/PKL tahun 2010 di stasiun televisi milik pemerintah (tau sendiri kan hehe), jadi saya ingin membagi informasi mengenai SNG ini. Di tulisan ini akan dibahas segala hal tentang SNG mulai dari bagian-bagiannya, cara kerja, dll. Mungkin pembahasannya agak panjang jadi tulisan ini dibagi dalam 2 bagian, dibagian pertama ini akan dibahas pengertian dan alat-alat yang ada dalam SNG dan yang di bagian kedua akan dibahas sistem uplink-downlink SNG.
Oke selamat menyimak :D.

——————————————————————————————————————————————

I. PENGERTIAN

Satellite News Gathering (SNG) adalah peralatan yang mentransmisikan sinyal informasi yang bersifat sementara dan tidak tetap dengan menggunakan sistem stasiun bumi uplink yang dapat berpindah-pindah tempat. Dengan kata lain SNG merupakan piranti untuk transmisi satelit yang portable, yang berarti SNG lebih praktis untuk dibawa kemana-mana (mudah berpindah tempat / mobile).
Biasanya SNG sudah terintegrasi menjadi satu dengan OB-VAN, namun juga ada yang terpisah (jenis Fly Away), sehingga membutuhkan proses perakitan secara manual dan memakan waktu. Di tulisan ini akan dibahas tentang SNG jenis Flyaway.
Sistem transmisi SNG terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
  1. Sistem uplink
  2. Sistem transponder satelit, dan
  3. Sistem downlink. 
Pola kerja dari sistem SNG dapat dilihat pada gambar berikut :
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sinyal digital dari stasiun OB-Van dikirim (Uplink) ke stasiun televisi (Downlink) melalui transponder. Sinyal dari stasiun uplink SNG, diterima di stasiun downlink televisi untuk direkam ataupun dapat langsung dipancarkan dengan sistem distribusi melalui sistem satelit. Sedangkan gambar dibawah ini adalah konfogurasi SNG yang digunakan :
Secara garis besar cara kerja sistem diatas adalah sebagai berikut :
Sinyal audio dan video hasil liputan di lapangan masuk ke dalam bagian Encoder with L-band modulator. Oleh encoder, sinyal analog dari audio dan video diubah menjadi sinyal digital, dan oleh modulator akan di tumpangkan sinyal pembawa (carrier) yang mempunyai frekuensi lebih tinggi dari sinyal informasi, keluaran dari bagian ini adalah sinyal L-band.
Lalu, sinyal L-band akan masuk ke bagian Block Up Converter (BUC)/Solid State Power Amplifiers (SSPA). Dalam bagian ini sinyal akan dikuatkan frekuensinya menjadi sinyal C-band, di bagian ini juga berfungsi mengurangi noise dan memperkuat sinyal yang dipancarkan atau menaikan power untuk sampai ke satelit.
Keluaran dari bagian Block Up Converter (BUC)/Solid State Power Amplifiers (SSPA) merupakan sinyal informasi yang sudah siap untuk dipancarkan ke transponder satelit. Untuk “menembakan” sinyal ini adalah fungsi dari bagian antena. Sampai dibagian ini merupakan Sistem Uplink SNG.
Dalam transponder, sinyal akan diterima, diperkuat frekuensi, dan dipancarkan ulang sinyal tersebut ke antena SNG dan antena downlink di stasiun TV. Dalam diagram diatas, sinyal dari transponder akan di pancarkan kembali ke antena SNG untuk dapat melihat hasil kejadian yang sedang diliput di monitor.
Downlink SNG : Sinyal yang dipancarkan kembali akan diterima oleh antena dan akan diteruskan ke bagian LNB (Low Noise Block). Sinyal akan diubah kembali menjadi sinyal L-band, lalu akan diteruskan ke decoder. Oleh decoder sinyal digital tersebut akan diubah kembali menjadi sinyal analog agar dapat ditampilkan di layar monitor. Kru peliput siaran akan mengawasi jalannya siaran langsung dari monitor ini.
Downlink Stasiun TV : Urutan prosesnya sama seperti diatas, kru di stasiun TV tepatnya di bagian pemancar TV akan mengamati jalannya siaran langsung dari lapangan lewat monitor yang terdapat disana. Bila hasil siaran kurang bagus, kru pemancar akan mengkontak kru di lapangan untuk memperbaiki kualitas siaran.
Hasil siaran di lapangan akan disalurkan ke bagian MCR (Master Control Room),. Dibagian ini hasil siaran akan di lengkapi dengan logo TV, teks pendukung, dll. Lalu, akan disalurkan kembali ke bagian pemancar. Dibagian ini hasil siaran akan dipancarkan melalui antena uplink stasiun TV ke pelanggan.
Perbedaan SNG dan OB-Van :
  1. OB-Van itu merupakan “Control Room Studio” yang portable sedangkan SNG merupakan Perangkat Uplink yang portable.
  2. Didalam OB-van itu biasanya dilengkapi dengan SNG.
  3. Apabila dilokasi live dilapangan semua Output audio, visual, maupun Lighting bermuara di OB-van. Lalu output dari OB-van ini adalah materi mentah yang belum siap On Air.
  4. Materi mentah yang dimaksud tersebut adalah belum adanya logo stasiun televisinya, karena semua pemasangan stasiun logo televisi tersebut tetap dilakukan di MCR.
  5. SNG memantulkan materi berita/suatu kejadian, kemudian materi tersebut dipantulkan oleh satelit ke perangkat penerimanya atau yang biasa disebut dengan Ground Segment yang kemudian akan diproses di Master Control Room (MCR).
  6. SNG bisa digunakan untuk acara live dari luar studio.
Berikut merupakan gambar dari OB-Van :

II. PERALATAN SNG flyaway

Genset
berfungsi sebagai supply tegangan listrik 220V AC.


Antenna 1.8 m Flyaway
berfungsi untuk menerima dan memancarkan sinyal RF ke Satelit.


Box Peralatan Outdoor
  1. Berisi BUC (Block Up Converter) / SSPA (Solid State Power Amplifier).
  2. Merupakan peralatan Outdoor (Dapat diletakkan diluar  ruangan).
  3. Berfungsi menguatkan sinyal RF.


Box Peralatan Indoor
Terdiri dari :
  1. Encoder berfungsi untuk merubah sinyal audio video menjadi sinyal IF (L-Band).
  2. Audio & video monitor berfungsi untuk memonitor sinyal audio dan video
  3. Spectrum Monitor berfungsi untuk melihat bentuk sinyal RF dan mengetahui level sinyal.
  4. Receiver berfungsi untuk merubah sinyal sinyal RF ke audio dan video.

   sumber : https://rezahape.wordpress.com/2012/02/14/mengenal-satelitte-news-gathering-sng-part-i/